Fenomena lonjakan pola konsumsi yang tidak konsisten atau “naive subject” sering terjadi. “Fenomena Naive subject berhubungan dengan perilaku konsumsi makan yang sudah terpola, tapi pada suatu ketika mendapat asupan pangan dan zat gizi di luar sesuai kebiasaan, yang menimbulkan suatu lonjakan status secara signfinikan,” kata Prof. Dr. Nuri Andarwulan dalam acara diskusi “Fenomena Naive Subject Picu Konsumsi Gula, Garam dan Lemak Berlebih” di Grha Unilever, Tangerang Selatan, Selasa (25/7/2017). Menurut rekomendasi, orang dewasa membutuhkan asupan kalori harian sebanyak 2.200 kkal yang terbagi menjadi beberapa kali frekuensi makan dengan jenis asupan yang disesuaikan sehingga tercipta pola… Read Article →

Di Indonesia sering ada ungkapan kalau belum makan nasi itu belum makan namanya. Sehingga membuat pola pikir orang Indonesia Karbohidrat hanyalah nasi. Direktur SEAFAST Center (Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pangan & Pertanian Asia Tenggara) Prof. Dr. Nuri Andarwulan mengatakan, pemikiran tersebut bagian dari sisi psikologis. Sebab pemikiran tersebut berasal dari pola asuh dan sudah terekam di otak sejak kecil. “Perlu edukasi secara khusus dan terus menerus kalau sumber karbohidrat bukan nasi saja,” kata Nuri kepada Kompas Lifestyle dalam acara diskusi “Fenomena Naive Subject Picu Konsumsi Gula, Garam dan Lemak Berlebih” di Grha Unilever, Tangerang Selatan,… Read Article →

Meminum kopi dan teh sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia namun agar meningkatkan rasa, kebanyakan orang menambahkan gula, krim dan perasa dalam cangkir teh atau kopi mereka. Kebiasaan ini sebenarnya ikut menambah jumlah kalori yang diasup. Sebuah survei di Amerika mengungkap berapa banyak orang menambahkan kalori dengan menambahkan perasa atau pemanis ke dalam kopi dan teh. Penelitian ini meneliti data 12 tahun (berakhir di tahun 2012) dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional. Responden ini dianggap mencerminkan sampel nasional, terdiri dari 13.185 orang dewasa peminum kopi dan 6.215 orang dewasa peminum teh, dalam 24 jam sebelum disurvei…. Read Article →

Duit atau uang tidak bisa membeli segalanya namun Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang-orang yang membayar pekerja untuk melakukan pekerjaan yang mengganggu dan menghabiskan begitu banyak waktu cenderung lebih bahagia. “Uang bisa membeli kebahagiaan jika Anda ‘menghabiskannya’ dengan benar,” kata profesor psikologi Universitas British Columbia, Elizabeth Dunn, salah satu peneliti dalam studi ini. Dalam penelitian tersebut, lebih dari 6.000 orang di empat negara diberi tambahan uang 40 US dollar per pekan selama dua minggu. Pada pekan pertama, para peserta diminta untuk membeli barang-barang material. Pekan kedua, mereka diminta untuk menghemat waktu dengan dengan membayar seseorang untuk… Read Article →

Bagi sebagian orang yang sudah berumur mungkin saja internet atau era digital ini dianggap masih asing dan menyusahkan.Berikut ini Szatee.com hadirkan panduan dan tips ini dalam memanfaatkan media digital pasti akan memudahkan Anda dalam mengoptimalkan cara bekerja di era serba internet ini. 1. Update teknologi Satu hal yang harus Anda kuasai ketika dihadapkan dengan dunia kerja yang serba digital adalah harus menguasai teknologi. Tak perlu harus ahli di dunia digital, cukup dengan mulai peka dan aktif menggunakan media sosial Anda sehari-hari, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya. 2. Multitasking Media digital memungkinkan kita untuk melakukan beberapa… Read Article →

Scroll To Top